Gua Rancang Kencana


Pagi ini, saya bersama dengan Bol Brutu mengadakan tur ke Gunungkidul. Tentu saja untuk menikmati situs-situs bersejarah di sekitar Gunungkidul. Sebagai tujuan pertama, kami mengunjungi Gua Rancang Kencana (baca: kencono) yang terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, DIY.

Kalau saya jadi pohon besar yang tumbuh di depan gua ini, tentu saya akan melihat rangkaian peristiwa sejarah yang kini tidak diketahui lagi. Hal ini disebabkan karena ada missing-link yang terjadi di Gunungkidul. Jika dilihat-lihat, Gunungkidul menyimpan situs-situs Megalithikum yang selanjutnya hilang. Kemudian ditemukan pula peninggalan bercorak agama Hindu, seperti yang ditemukan di dalam gua ini, yaitu Nandi dan lapik arca. Namun informasi mengenai peradaban Hindu di sekitar sini juga sulit ditentukan, mungkin berasal dari jaman Mataram Kuno ataukah jaman pelarian Majapahit.

Nandi dari Gua Rancang Kencana.
Fragmen candi?
Lapik arca.

Meskipun demikian, setidaknya yang diketahui bersama, gua ini pernah menjadi saksi sejarah pada masa kolonial. Tempat ini menjadi tempat persembunyian Laskar Mataram untuk mengadakan pertemuan dalam usahanya mempertahankan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari serangan Belanda. Jika kita masuk ke dalam gua lebih dalam (melalui celah kecil, yang hanya cukup untuk satu orang dewasa), kita akan menjumpai coretan di dinding yang terbuat dari arang. Di sana tertulis janji setia pasukan Mataram terhadap Mataram dan Republik Indonesia.

Garuda Pancasila dari arang awet.
Prasetya Bhinnekaku.

Menurut cerita yang dikisahkan oleh Mas Alias (hehe, saya meminjam istilah dari Bol Brutu), ada sebuah goresan di batu yang digunakan untuk membuka portal menuju suatu daerah (Plawangan?) di lereng Gunung Merapi. Portal gaib inilah yang digunakan para prajurit untuk berpindah tempat. Di gua ini, tentu kami menjumpai bentukan alam berupa stalagtit dan stalagmit, serta batu kuarsa di dinding gua. Tidak hanya itu, Cuk Riomandha juga menunjukkan "fosil jenglot".

Tidak jauh dari gua ini, Anda juga bisa menyaksikan keindahan alam Air Terjun Sri Getuk. Namun, kami tidak menuju ke sana mengingat tujuan kami adalah ke situs-situs bersejarah. Selanjutnya, kami menuju ke Situs Bleberan.

Komentar