Tuk Si Bedug: Petilasan Sunan Kalijaga di Seyegan


Keberadaan Tuk Si Bedug tidak lepas dari perjalanan dakwah Sunan Kalijaga di daerah Seyegan. Setiap tahunnya -pada hari Jumat Pahing Jumadil Akhir-, diadakan tradisi adat di Tuk Si Bedug untuk menghormati jasa Sunan Kalijaga serta untuk ucapan syukur atas keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Secara administratif, Tuk Si Bedug terletak di Dusun Mranggen, Desa Margodadi, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY.

Perjalanan Sunan Kalijaga
Suatu ketika, dalam perjalanannya menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga berhenti di bawah pohon besar di daerah Seyegan. Karena hari itu adalah Jumat Pahing, maka sebagai umat Islam terutama kaum pria diwajibkan untuk mengadakan ibadah sholat Jumat. Namun Sunan Kalijaga tidak menemukan sumber air di daerah itu. Dengan memohon pertolongan Tuhan, Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya di bawah pohon besar tersebut sehingga muncul mata air di daerah tersebut. Mata air inilah yang selanjutnya dikenal sebagai Tuk Si Bedug.

Rute menuju Tuk Si Bedug
Untuk menuju Tuk Si Bedug, rute paling mudah adalah menelusuri Selokan Mataram. Sama seperti rute yang bisa ditempuh menuju Sendang Klangkapan, carilah perempatan Jl. Seyegan-Godean. Tuk Si Bedug berada tepat di sebelah barat Jl. Seyegan-Godean. Jadi tidak usah belok ke kiri (selatan) ke arah Godean, melainkan lurus saja sedikit.

Waktu saya berkunjung ke sini, Tuk Si Bedug tampak sepi-sepi saja. Panasnya hari menuju siang tidak begitu terasa, malah hawa lembap aroma pohon yang bisa dirasakan di tempat ini. Di area Tuk Si Bedug, dibangun mushola dan aula untuk berkumpul. Yang saya rasakan dari tempat ini adalah: kesederhanaan yang berbaur dengan alam. Mungkin cocok bagi siapa pun (umat muslim), yang suatu saat ingin melepas rutinitas sehari-hari sambil bersujud di dalam mushola Tuk Si Bedug, mengenang jasa Sunan Kalijaga di tempat ini.

 Mushola (kiri) dan mata air (kanan) di Tuk Si Bedug, Seyegan.

Komentar