Situs-situs di Sekitar Pakem-Turi


Mengawali hari Rabu (22/2/2012), saya memancal motor dan berangkat menuju situs purbakala yang masih berada di daerah Sleman melalui Jalan Palagan-Tentara Pelajar hingga di Jalan Pakem-Turi. Di beberapa tempat di sekitar jalan tersebut, tersisa beberapa batu-batu candi bercorak agama Hindu. Beberapa situs yang pernah saya kunjungi di sekitar sini antara lain adalah Situs Pancuran Buto Potro, Situs Jetis Jogopaten dan Situs Karangtanjung. Berikut ini adalah tiga situs yang saya kunjungi sekaligus.

Situs Cepet
Tidak jauh dari lokasi Situs Pancuran Buto Potro, terdapat sebuah situs lain yang terletak di Dusun Cepet, Kelurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY. Batu-batu yang tersisa di dusun ini berupa dua buah yoni dan batu-batu penyusun candi yang kini terletak di area pemakaman dusun. Sebuah yoni tampak belum jadi, sedangkan yoni yang lain sudah hancur.

  Yoni yang belum jadi dan hiasan-hiasan candi di lokasi makam (kiri), yoni yang rusak di luar makam (kanan).

 Batuan candi (kiri), Monumen Perjuangan Dusun Cepet (kanan).

Lapik Arca SDIT Ibnu Abbas
Setelah selesai melihat-lihat makam di dusun Cepet, saya pun berjalan mengikuti petunjuk ke Desa Wisata Srowolan. Sebelum masuk ke jalan kecil diarahkan oleh petunjuk jalan tersebut, mata saya melewati sebuah tulisan "TKIT & SDIT Ibnu 'Abbas" di atas sebuah bangunan yang sudah tidak terpakai lagi. Saya teringat akan almanac candi yang diposting oleh Bol Brutu, bahwa ada pedestal atau lapik arca yang ada di SD Ibnu Abbas.

Saya pun bertanya kepada seseorang yang berjualan di sekitar situ, dan ternyata SD Ibnu Abbas sudah pindah lokasi di Desa Srowolan. Berarti saya memang harus ke Desa Srowolan untuk mencari kebenarannya. Petunjuk menuju desa yang saya ikuti sebelumnya, kini berubah menjadi petunjuk menuju SD Ibnu Abbas yang banyak nempel di pohon-pohon. Awalnya saya ragu untuk masuk ke SD, karena pada waktu itu masih dalam suasana belajar mengajar. Namun saya kembali lagi ke SD ini setelah menuju ke situs Sendang Ngepas. Yang dikatakan Bol Brutu memang benar, bahwa di SD ini terdapat sebuah batu candi berupa lapik arca yang kini dijadikan lapik pot. Menurut penuturuan kepala sekolahnya, batu ini sempat dilaporkan ke BP3 Jogja namun hingga kini belum mendapat tanggapan. Akhirnya, batu tersebut hanya dipajang di sisi kelas dan dijadikan lapik pot.

Sendang Ngepas


Sendang Ngepas terletak di Dusun Ngepas Kidul, Kelurahan Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Lokasi sendang ini tidak jauh dari Pasar Perjuangan Srowolan. Sendang ini bukan sendang biasa. Ada kemungkinan bahwa sendang ini merupakan sendang purba yang eksis sejak Kerajaan Mataram Kuno. Di lokasi sendang, ditemukan arca Ganesha, arca dewa (entah itu Dewa Siwa atau Agastya), dua buah arca Nandi tanpa kepala dan sebuah batu candi. Kini, sendang ini digunakan sebagai sumber air bagi warga Dusun Ngepas. Pada waktu-waktu tertentu, sendang ini juga digunakan untuk padusan (tradisi umat Islam sebelum melakukan ibadah puasa).



Komentar