Gedong Pusaka Banguntapan


Yang bisa saya katakan ketika menulis artikel ini adalah, "Waduh, saya kok tidak baca artikel ini sampai selesai?" Situs yang saya kunjungi ini bernama Gedong Pusaka peninggalan Sultan Hamengkubuwono II. Situs ini terletak di Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY. Saya mengunjungi situs ini setelah mendapatkan informasi keletakan dari Tembi dan dari Bapak Heru, tentunya setelah saya mengunjungi Pasiraman Manuk Beri.

Gedong Pusaka,
pintu selatan difoto agak dekat.
Gedong Pusaka ini hanya menyisakan dinding yang sudah ditumbuhi tanaman, itupun sudah hancur. Di dalamnya, terdapat banyak sekali pohon. Pintu masuk yang tampak hanya ada di tembok bagian selatan. Menurut informasi yang saya peroleh, situs ini dulunya merupakan Keputren (tempat putri-putri raja Mataram Islam mandi). Ada kemungkinan, keputren ini ada sebelum akan digantikan keputren Gua Siluman. Di sisi lain, menurut warga sekitar situs ini dulunya adalah sendang yang sering dipakai untuk mandi, mencuci maupun padusan (tradisi sebelum bulan Ramadhan). Namun kini, tanda-tanda bahwa dulunya tempat ini bernuansa air sudah tidak ada lagi.

Pintu masuk pada dinding bagian selatan, difoto dari dalam.

Angker!
Nah lho, saya baru baca bagian akhir dari artikel yang saya beri link di atas. Saya masuk di bangunan ini hanya seorang diri! Untung saja saya tidak tahu, mungkin kalau tahu saya jadi nggak pingin masuk dan cukup puas dengan pemandangan dari luar saja. Pengalaman saya waktu itu adalah: nyaris kejatuhan dahan pohon sukun. Ketika saya masuk melalui pintu selatan, saya bergumam kulonuwun (permisi). Mungkin lupa karena saya tidak bergumam kula mbekta kamera (saya bawa kamera), tiba-tiba sebuah dahan dari pohon sukun jatuh di tempat saya berdiri ketika mengambil gambar pintu gedung dari dalam. Untungnya, saya sudah berdiri lebih ke dalam untuk mengambil foto lainnya. Walaupun tadinya saya menganggap ini sebagai kebetulan, jujur, bulu kuduk saya sempat berdiri waktu itu. Dalam hati, saya ingin mendoakan mungkin untuk arwah atau roh yang masih tinggal di sana: semoga diberi kedamaian.

Bagian dalam Gedong Pusaka, yang ditumbuhi oleh pohon-pohon besar dan tanaman liar lainnya.

Untuk menuju ke sana, Anda bisa berangkat dari persimpangan pintu masuk Gembira Loka.
  • Ikuti saja perpanjangan Jalan Kusumanegara itu ke arah timur sampai perempatan yang dijaga lampu lalu lintas. Jika ke kiri (utara), Anda akan menuju Jogja Expo Center (JEC); jika lurus Anda akan tiba di Ringroad (tapi papan petunjuknya menyebutkan "Berbah"); jika ke kanan (selatan), Anda akan menuju ke Gedongkuning dan Kotagede. Nah, beloklah ke kanan (selatan).
  • Temukan Kantor Kelurahan Banguntapan di kiri (timur) jalan raya. Di sisi selatan (kiri kantor) ada jalan kecil ke arah timur. Masuklah ke jalan kecil itu.
  • Sekitar 100 meter, Anda sudah bisa melihat situs tersebut di kanan (selatan) jalan. Ada pertigaan ke kanan (selatan) kecil, beloklah di situ. Dan ikuti jalan menuju ke situs yang berupa jalan perumahan dan pematang sawah. Parkirkan saja kendaraan Anda di lokasi yang mungkin, karena akses jalan menuju situs hanya jalan pematang sawah.

Baiklah, cuaca sore ini sudah tidak mendukung lagi oleh sebab tetesan air sudah mulai banyak. Akhirnya saya pulang dengan damai.

Komentar

  1. Masuknya lewat mana ya mas? pas kesitu cm bisa liat dari jauh coz bingung di tengah2 sawah.. :D

    BalasHapus
  2. Ikuti jalan setapak yang ada di sawah itu aja... Kalo liat foto yang paling besar di atas, jalan setapak ada di sisi kanan...

    BalasHapus

Posting Komentar

Mari berbagi cerita