Candi Ngempon dan Petirtaan Derekan

Candi Ngempon


Apakah ini menjadi petualangan terakhir saya di Kabupaten Semarang? Semoga saja tidak, sebab Candi Ngempon ini menjadi yang terakhir dalam daftar pencarian candi di Kabupaten Semarang. Candi Ngempon terletak di Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Untungnya saya datang waktu hujan. Kalau tidak, sudah pasti dalam foto-foto saya ada beberapa pasangan yang kebetulan juga berkunjung ke sini.

Candi Ngempon terdiri dari beberapa (sembilan) candi, namun hanya empat saja yang bisa dibangun. Sepintas tampak sama, namun ada satu candi yang berukuran lebih besar. Candi ini ditemukan oleh salah seorang warga bernama Pak Kasri pada tahun 1951 ketika mencangkul sawah garapannya. Beberapa arca yang juga ditemukan di sana selanjutnya dipindahkan ke Museum Ronggowarsito untuk diamankan.


Untuk pergi ke sini, saya akan memandu Anda dari arah Ambarawa.
  • Ikuti jalan menuju ke Semarang hingga tiba di Karangjati atau Bergas. Temukanlah perempatan besar yang ada Kantor Polisi Karangjati-nya.
  • Kalau dari arah Ambarawa memang agak susah, karena ada pembatas jalan. Seharusnya belok ke arah timur (kanan dari Ambarawa).
  • Kira-kira 1,5 km dari perempatan itu, Anda akan menemukan papan arah menuju Candi Ngempon (kurang lebih jaraknya 700 m). Ikuti saja arah yang ditunjukkan oleh papan tersebut.

Untuk masuk ke sana, saya cukup merogoh kocek Rp1.000,00. Itu saja untuk dua orang.

Petirtaan Derekan


Tidak jauh dari lokasi candi, terdapat situs purbakala lain berupa petirtaan. Untuk menuju ke sana, Anda harus menyeberangi sungai. Situs purbakala tersebut adalah Petirtaan Derekan yang secara administratif terletak di Kelurahan Derekan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Situs ini berupa kolam pemandian air hangat. Menurut yang jualan di sana, justru air di sendang di sisi kolam itulah yang menjadi cikal bakal dari petirtaan ini. Justru kolam batu candi itu malah buatan. Untuk menikmati hangatnya air di Petirtaan Derekan, Anda cukup merogoh kocek Rp2.000,00. Untungnya masih hujan, jadi tidak ada orang yang nyemplung di kolam purbakala ini; nanti dikira maniak karena foto-fotoin orang lagi berendam. Waktu itu, yang ada orangnya malah di sendang yang jadi cikal bakal petirtaan ini, jadi saya nggak mau fotoin mereka, eh sendang itu.

Komentar

  1. msh bnyak t4 wisata di kb semarang yang belum di publikasikan wisata alam maupun wisata religi brow

    BalasHapus
  2. Kalau ada informasi, boleh berbagi, mas... kebetulan klo ada waktu saya sempatkan untuk blusukan ke sana-sana.

    BalasHapus

Posting Komentar

Mari berbagi cerita