Candi Setiaki


Belum lama selesai dibangun, kini Candi Setiaki bisa dinikmati oleh para wisatawan. Seharusnya, Candi Setiaki ini termasuk dalam kompleks Candi Gatotkaca bersama dengan Candi Petruk, Candi Antareja, Candi Gareng, Candi Nakula, dan Candi Sadewa. Akan tetapi candi-candi lainnya hanya meninggalkan fondasi saja. Saya malah melihat ada bekas fondasi candi di sisi Candi Setyaki, entah itu berfungsi sebagai perwara atau salah satu candi yang hilang itu.

Yoni di dalam candi
Pembangunan candi ini memiliki beberapa 'dosa'. Karena sebenarnya, Candi Setiaki hanya menyisakan fondasi dan beberapa batu saja. Batu-batu di atasnya sudah sebagian besar batu-batu baru yang mengganti batu-batu lama yang sudah tidak ada lagi. Di dalam candi, terdapat sebuah yoni tanpa lingga yang ceruknya sudah patah (nah, ini sepertinya masih asli!)

Perwara?
Oh ya, selain melihat perwara, saya juga melihat banyak domba gemuk-gemuk sedang mampir dan menikmati enaknya rumput di sekitar Candi Setiaki yang mungkin lezat (saya juga tidak pernah coba). Tidak jauh dari persimpangan jalan, ada seorang pedagang siomay hoki yang sedang berhenti. Berhubung perut lapar, saya break di sini dan makan siomay satu porsi harganya lima ribuan itu.

Perjalanan dilanjutkan menuju Candi Gatotkaca yang berada di sebelah selatan Candi Setiaki.

Komentar