Candi Kethek dan Puri Dewi Saraswati


Candi Kethek dan Puri Dewi Saraswati masih berlokasi di kompleks Candi Ceto. Untuk menuju kedua tempat ini, saya bisa melalui pintu kecil di salah satu teras Candi Ceto yang ada pendoponya. Namun jika pintu kecil ini dikunci, maka bisa lewat pintu samping di luar kompleks candi.

Candi Kethek

Altar di puncak Candi Kethek.
Candi Kethek terletak di sebelah timur laut Candi Ceto. Untuk menuju ke sana, ikuti jalan kecil yang telah tadi saya tunjukkan, kemudian carilah plang tanda menuju ke Candi Kethek. Tenang saja, plang sudah dipasang oleh tim KKN-PPM UGM 2010 (dan 2011). Suata saat, Anda akan menyeberangi sebuah sungai yang tidak terlalu deras aliran airnya. Candi ini tampak masih sangat alami, berbeda dengan Candi Ceto yang sudah dibangun dengan batu-batu yang baru. Candi ini juga terdiri dari 7 lapisan teras. Saya tidak menemukan arca di sini, justru pohon-pohonan yang tumbuh lebat berada pada beberapa lapisan teras. Pada teras teratas, terdapat sebuah altar untuk berdoa.

Di sisi candi, ada jalan setapak yang sering dilewati mereka yang ingin mendaki Gunung Lawu. Oh ya, dinamai Candi Kethek karena konon pernah ditemukan arca Hanoman. Saya menemani teman saya Ari Susena yang pergi ke lokasi tempat dia KKN dulu sekalian bersembahyang di candi-candi sini. Mayoritas penduduk desa Ceto beragama Hindu. Oleh karenanya, wilayah desa Ceto disulap hampir menyerupai kondisi pura-pura di Bali sana. Selain hawanya sejuk, saya bisa memandangi keajaiban pemandangan alam yang luar biasa.

Puri Dewi Saraswati


Puri ini terletak tidak jauh dari Candi Ceto. Jika menuju Candi Kethek, Anda harus mengikuti arah timur laut maka ke puri ini cukup mengikuti jalan yang satunya. Jalan itu akan mengarahkan Anda ke belakang kompleks Candi Ceto. Di sisi jalan, tampak ada beberapa warung yang menawarkan makanan dan benda-benda bertuah sebelum Anda tiba di puri.

Arca Dewi Saraswati, tampak keemasan
memantulkan cahaya matahari sore hari.
Puri tampak luas dengan keanggunan arca Dewi Saraswati berada di pusat area itu. Di sisi selatan arca, terdapat Sendang Pundi Sari. Di tempat ini, umat Hindu membasuh diri mereka sebelum melakukan sembahyang di hadapan arca Dewi Saraswati. Ketika menilik ke sana, saya menyaksikan beberapa koin tercemplung ke dalam kolam sendang. Ada keyakinan bahwa jika kita melempar koin dan masuk ke kolam itu dengan posisi badan membelakangi kolam, maka keinginan kita akan terkabul.



Sebuah bangunan di sisi Sendang Pundi Sari untuk sembahyang. 
Ini dia Sendang Pundi Sari-nya. Airnya duingginn...

Puri Saraswati dibangun pada tahun 2005 dengan sumber dana diperoleh dari Gianyar. Banyak orang Hindu yang memanfaatkan tempat ini untuk menjalankan ritual keagamaannya apalagi pada saat malam bulan purnama. Kata mereka, "Di sinilah tempat yang cocok untuk mendekatkan diri dengan alam."

Komentar