Umbul Pengging


Sabtu (30/7), semoga hari ini tidak terulang lagi dalam hidup saya. Berangkat dari keragu-raguan akan paket wisata hari Sabtu: ke Pengging atau ke pantai? Tapi sepertinya saya tidak dihubungi untuk ikut ke pantai, yang ada malah sepedaan ke Pengging. Karena kabar pergi ke pantainya simpang siur, akhirnya saya ikutan sepedaan ke Umbul Pengging.

Apa itu umbul Pengging?

Umbul Pengging adalah sebuah pemandian yang terletak di kecamatan Banyudono, kabupaten Boyolali. Saat ini, umbul Pengging diberi nama Pemandian Tirtomarto. Di dalam pemandian ini, terdapat beberapa kolam, yaitu: umbul Temanten, umbul Dudo, umbul Ngabei, dan kolam anak (anonim).

Kolam-kolam ini merupakan cagar budaya, terutama Umbul Ngabei yang dulunya berfungsi sebagai kolam pemandian raja kasunanan Keraton Solo bersama dengan kerabatnya. Kini, Umbul Ngabei juga berfungsi sebagai tempat padusan bagi pejabat dan keluarga kerajaan untuk mengikuti tradisi pendahulu mereka. Tradisi padusan dilakukan oleh kaum muslim satu atau dua hari sebelum berpuasa. Tradisi ini bertujuan untuk membersihkan diri sebelum berpuasa selama bulan Ramadhan.

Menurut beberapa informasi yang saya dapatkan, umbul Pengging dibangun oleh Ki Ageng Pengging. Namun, ada beberapa versi yang muncul seputar berdirinya umbul Pengging. Namun sepertinya, Ki Ageng Pengging memiliki hubungan dengan sisa-sisa kerajaan Majapahit dan kerajaan Demak pada waktu itu. Selanjutnya, umbul ini kerap dikunjungi oleh keluarga raja kasunanan Keraton Solo.

Saat Pakubuwono X melihat ada dua mata air yang berdekatan, beliau berdoa kepada Tuhan untuk menyatukan kedua mata air tersebut. Doa tersebut dikabulkan, persatuan kedua mata air ini selanjutnya disebut dengan umbul Temanten karena melambangkan persatuan antara suami dan istri.

Dinamai umbul Duda karena di tempat ini ditemukan seekor kura-kura (bulus) jantan. Tidak ada kura-kura lain baik betina maupun jantan di sana, sehingga mirip dengan keberadaan seorang duda. Akhirnya, mata air di umbul itu dinamai umbul Duda.

Umbul Temanten
Umbul Ngabei
Umbul Dudo
Kolam anak-anak
Pemancingan Win-win

Mengapa saya pergi ke umbul Pengging?

Bersama rekan-rekan SPSS (Bubar), saya nyepeda ke sana. Singkat cerita, kami semua melakukan tradisi padusan di umbul temanten. Secara kebetulan, kami pergi ke sana saat bapak Bupati melakukan padusan di umbul Ngabei. Pada hari itu, para pengunjung digoyang dihibur dengan pertunjukan dangdut seperti yang sudah biasa diadakan saat padusan. Setelah membersihkan diri di umbul Temanten, kami pun berkeliling di kompleks pemandian Tirtomarto.

Saya dan Wijna mengunjungi umbul Ngabei yang tadinya ramai dipadati oleh petugas keamanan. Kini umbul Ngabei sudah sepi, kami pun masuk untuk memperoleh beberapa gambar di sana. Umbul Ngabei bentuknya melingkar. Dasar kolam ini terdiri atas batu-batu kali yang indah. Ada satu panggung di sisi kanan kolam (relatif terhadap pintu utama). Di panggung inilah, pak Bupati dimandikan dengan air kembang (waduh, saya jadi pingin jadi bupati). Selanjutnya, kami berkeliling untuk melihat kolam-kolam lainnya.

Karena hari ini merupakan hari di mana tradisi padusan dilakukan, maka tak heran jika pemandian Tirtomarto ini dipadati dengan pengunjung untuk melakukan tradisi itu. Selesai dari tempat ini, kami pun beranjak pulang menuju Yogyakarta via Jalan Solo.

Kapok??

Yang membuat kapok hari ini adalah rute yang terlalu jauh. Jauhnya sih sebenarnya gak apa-apa asalkan saya bawa duit yang cukup. Nah, hari itu saya bawa duit yang tidak cukup. Alhasil saya kelaparan dan jatuh di jalan. Bwahahahaha, kok bisa ya? Saya juga nggak tahu kok hal itu bisa terjadi, pertama kali dalam hidup saya. Sungguh lucu kalau dipikir-pikir ulang, saya terlihat sungguh teramat bodoh. Saya jatuh sudah di jalan Gejayan, tidak begitu jauh dari rumah. Waktu itu saya menggenjot sepeda saya ekstra kencang karena segera pingin makan. Kaki saya terserempet sedikit dan akhirnya jatuh berguling karena sepeda yang saya pakai ini tidak bisa buat kebut-kebutan. Walaupun saya jatuh dengan memalukan, saya tetap tidak kapok untuk gowes! Lain kali pakai MTB aja ah....

Harga Tiket

Masuk area pemandian : Rp3.300,00 (Juli 2011)
Masuk umbul Temanten : Rp500,00
Masuk umbul Ngabean : Rp1.000,00
Masuk umbul Dudo : -
Masuk kolam anak-anak : Rp2.000,00

Komentar