Candi Morangan


Kemarin siang, aku menjelajah dunia maya yaitu ke blognya Wijna lagi. Satu kata yang menarik, yakni Ngemplak, Sleman mengundangku untuk kembali menjelajahinya. Kembali mencari batu, aku mencoba mencari lokasi Candi Morangan di Google Earth. Memang ada, hanya saja lokasinya saja yang belum aku ketahui. Kemudian aku bertanya kepada mas Wijna dan hanya mendapatkan petunjuk: pasar ikan / pembibitan ikan Cangkringan.
  • Jika berangkat dari Yogyakarta menuju ke Prambanan, Anda cukup mengikuti jalan hingga menjumpai jalan yang dibagi menjadi empat jalur. Ikuti jalur paling kiri hingga menemukan perempatan yang mengarah ke Cangkringan.
  • Ikuti jalan lurus tersebut (pokoknya yang mengarah ke Cangkringan, bukan ke Pakem) sampai menemukan daerah seperti pertambakan, yang dikenal dengan pusat pembibitan ikan. Anda akan menemukan tikungan kecil ke kanan.
  • Setelah tikungan kecil itu, Anda akan menjumpai pertigaan. Jalan utama akan mengarahkan Anda belok ke kiri, akan tetapi Anda mengambil jalan lurus.
  • Ikuti jalan lurus kecil itu. Jalan itu akan membawa Anda ke tanggul jalur lahar dingin. Persis sebelum tanggul ada tikungan ke kanan. Belok kanan.
  • Anda dibawa ke jalan Desa Morangan. Ikuti jalan kecil itu hingga ujung jalan. Candi Morangan berada tepat di ujung jalan desa.

Candi induk Morangan
Candi Morangan merupakan kompleks candi berlatar belakang agama Hindu, terletak di Desa Morangan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, DIY. Bangunan Candi (seharusnya) terdiri dari candi induk dan candi perwara, yang semuanya berbahan batu andesit. Candi induk menghadap ke Barat, berbilik satu dan berdenah bujur sangkar berukuran 7.95 m x 7.95 m serta mempunyai selasar selebar 90 cm. Profil candi tersebut terdiri atas sisi genta, belah rotan, bingkai persegi, serta takuk ganda. Secara lengkap candi induk terdiri atas kaki, tubuh dan atap candi. Pembagian tersebut dalam agama Hindu melambangkan tiga alam yaitu Bhurloka, Bhuvarloka dan Svarloka. Candi ini mempunyai banyak relief yang dipahatkan pada batang kaki maupun batang tubuh candi, terletak di antara perbingkaian atas dan perbingkaian bawah. Candi Perwara menghadap ke Timur, berdenah bujur sangkar berukuran 4 m x 4 m. Saat ini bangunan yang dapat dijumpai adalah bagian tubuh dan kaki candi. Sisi utara, barat dan selatan tubuh candi memiliki relung yang berisi arca, tetapi arca tersebut telah diamankan. Satu hal yang membedakan Candi Morangan dengan candi-candi yang lain adalah terdapatnya satu panil relief yang diperkirakan merupakan bagian dari cerita Tantri Kamandaka tentang seekor harimau yang tertipu oleh seekor kambing, karena relief tersebut sejauh ini hanya ditemukan pada candi berlatar belakang agama Buddha. (Sumber: papan informasi candi)

Relief tiga orang resi
Terdapat beberapa relief pada candi Morangan, antara lain: dua laki-laki mengapit tumpukan bunga-bungaan, dua wanita mengapit kendi besar dengan membawa kendi-kendi kecil, dua wanita menunggang gajah, tiga orang resi, kepala dalam relung, dan ayam jantan disangga gana.

Jika musim hujan, daerah di sekitar candi perwara tergenang oleh air karena terletak di bawah permukaan tanah. Beberapa batu tampak belum tersusun dengan rapi, padahal penemuan dan renovasi candi ini sudah dimulai sejak tahun 1992.

Tidak jauh dari lokasi candi, terdapat tanggul yang dilalui lahar dingin saat erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Hingga kini, truk-truk pasir masih berlalu lalang untuk mengangkut pasir di dekat sini.

Jalan yang melintas sepanjang tanggul
yang tengah mengering pasca erupsi Merapi 2010

Komentar