Candi Kedulan


"Hah? Candinya di mana?" Begitu kata temanku yang pertama kali datang ke candi ini. Saya pun pertama kali bingung di mana candinya. Candi Kedulan itu terendam di dalam air yang tampak seperti danau kecil saat musim hujan. Musim kemarau ini, saya kembali menapakkan kaki menuju ke sana untuk melihat seperti apa candinya. Walaupun masih ada genangan air, saya bisa melihat bahwa beberapa batu yang menyusun candi berwarna putih. Mungkin ini efek karena terendam dalam air begitu lama.

Bandingkan dengan gambar berikut:


Kedua gambar diambil dari http://www.mblusuk.com

Batu-batu puncak candi
yang sedang direnovasi
Seperti yang terlihat, tidak berbeda dengan Candi Morangan dan Candi Gana; candi ini juga tak kunjung usai renovasinya. Amat disayangkan, apakah mungkin karena lokasinya kurang menguntungkan berakibat candi-candi tersebut tak direnovasi secepat mungkin? Ataukah karena keterbatasan dana, karena memang rekonstruksi tempat-tempat bersejarah itu sangat mahal.

Dilihat dari batu-batu yang dipindahkan, candi Kedulan termasuk candi bercorak agama Hindu. Mungkin, jika renovasi telah selesai, candi ini akan berbentuk menyerupai candi Sambisari. Semoga cepat diselesaikan.

Komentar