Candi Barong


Masih satu kompleks dengan candi Hindu yang lainnya, candi Barong juga salah satu yang unik. Candi ini berada di atas tanah berundak tiga. Di pundak tertinggi, terdapat dua buah candi yang letakknya tidak simetris dengan gerbangnya. Dinamai Candi Barong, mungkin karena terdapat ukiran relief yang mirip Barong (seperti yang ada di Bali itu). Candi ini terletak di dusun Candisari, desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, Yogyakarta.

Untuk menuju ke sana, memang tidak terlalu mudah. Lantaran kondisi jalan yang off-road dan menanjak, juga minimnya rambu-rambu petunjuk ke Candi Barong. Tetapi Anda bisa mencapainya tidak jauh dari Candi Prambanan. 
  • Dari arah Yogyakarta, ikuti Jalan Solo hingga menemukan batas propinsi Jawa Tengah. Ada pertigaan ke kanan di sana, namun karena tertutup oleh pembatas jalan maka Anda bisa melalui pasar Prambanan setelah lampu lalu lintas (belok kanan sedikit).
  • Ikuti jalan itu saja, tidak usah belok-belok hingga sampai di dasar bukit. Ikuti jalan itu saja, maka Anda akan dibawa ke desa Sumberwatu.
  • Setelah melewati SD Sumberwatu, jalan sudah mulai offroad. Di penghujung jalan, ada pertigaan, ke kanan menuju Keraton Ratu Boko sedangkan ke kiri menuju Candi Barong dan Situs Dawangsari. Belok kiri di situ.
  • Selanjutnya, Anda akan menemukan perempatan. Ambil jalan yang tengah, maka Anda akan tiba di Candi Barong.

Candi ini dibangun sekitar abad ke-9 sampai abad ke-10, tentu saja pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Dua buah candi yang terletak paling atas merupakan tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri sebagai lambang kesuburan. Untuk melihat-lihat ke sana, saya cukup berputar sedikit menuju ke depan lokasi candi yang menghadap ke arah Prambanan, selanjutnya saya melewati gerbang dengan hiasan Kala-Makara. Sepintas tampak sama, tetapi candi yang terdekat dengan gerbang berukuran lebih besar.

Di tingkat yang kedua, saya bisa menyaksikan puing-puing petak yang mungkin dulunya adalah fondasi bangunan yang tidak terbuat dari batu. Tanah di tingkat ini cukup luas, bisa untuk bermain futsal (bayangkan kalau dulu ada futsal). Fondasi batu yang menopang candi masih tampak kokoh, walaupun tidak semua batu merupakan batu original jaman dulu.

Selain menikmati keindahan candi Barong, saya juga bisa menyaksikan Propinsi Yogyakarta dari atas bukit. Walaupun tidak setinggi Candi Ijo, namun pemandangan yang tampak di sini sungguh luar biasa. Di sekitar candi terdapat padang rumput yang luas. Tiga kali saya ke sini, tiga kali pula saya menyaksikan kambing-kambing yang sedang mencari rumput untuk dimakan.




Keterangan:
- Kiri : kunjungan pertama saya ke Candi Barong, yaitu pada saat Upgrading Himatika 2009.
- Kanan : kunjungan kedua saya ke Candi Barong, yaitu saat gowes bersama SPSS Februari 2010 lalu.

Komentar