Menjajal Angkringan Mas Tri


Sebenarnya sudah lama saya berkunjung ke angkringan ini, tapi saya baru berniat menulis tentang angkringan tersebut sekarang. Angkringan adalah salah satu warisan budaya kuliner Jawa. Di Yogyakarta, angkringan banyak tersebar di penjuru kota dan kabupaten. Waktu jual pada malam hari serta bentuk gerobak yang khas menjadikan angkringan sangatlah unik. Dengan harga yang terjangkau, angkringan menjadi salah satu tempat makan yang diminati oleh berbagai kalangan (terutama mahasiswa dan bapak-bapak ronda malam).


Makanan yang dijual bukan seperti Gudeg, tetapi nasi dengan lauk tempe atau sambal. Nasi bungkus yang demikian biasa disebut dengan nasi kucing. Entah kenapa diberi nama ini, yang jelas makanan yang dijual bukan untuk dimakankan kepada kucing. Mungkin karena nasi dan sambal teri-nya.

Yang unik dari angkringan:
  1. Gerobak yang unik, dan tenda yang biasanya berwarna oranye atau biru.
  2. Nasi kucing.
  3. Ada ceret (teko) yang berisi teh, jahe serta air putih panas yang senantiasa dibakar oleh anglo (tungku masak tradisional).
Biasanya, pedagang angkringan membawa makanan titipan dari si pembuat makanan. Misalkan nasi kucing dari Pak XX, kemudian sate dari Bu YY, kemudian snack dan minuman dari yang lain lagi. Semua itu disajikan di atas gerobak angkringan.

Nah, mas Tri adalah salah satu dari sekian banyak pedagang angkringan. Berlokasi di Jalan Anggajaya, Condong Catur, dekat dengan Rodeo (game center dan cafe). Dengan tekun dan ramah, mas Tri telah melakukan usahanya selama kurang lebih delapan tahun (mungkin mulai tahun 2002). Usaha yang ia tekuni pun tidak sepi. Sekitar pukul dua belas malam, jajanan di sini sudah habis-habisan. Bukan hal yang mudah, tapi kesetiaannya ini berbuah langganan yang mengalir dengan tidak sedikit. Apalagi ditambah lokasi yang strategis, dekat dengan tempat kesibukan mahasiswa serta game center.

Harga
  • Nasi kucing : Rp1.000,00
  • Teh hangat : Rp1.000,00
  • Gorengan : Rp500,00
  • Sate : Rp1.000,00 / Rp1.500,00
Soal harga jangan ditanya, karena memang angkringan ini pas dengan kantong saya. Biasanya saya bisa makan nasi kucing 2 sampai 3 bungkus.
"Wuareg tenan. Murah tenan..."

Komentar